• Black
  • perak
  • Green
  • Blue
  • merah
  • Orange
  • Violet
  • Golden
  • Nombre de visites :
  • 13
  • 19/11/2017-10:14
  • Date :
Imam Shadiq As

Imam Shadiq as penghidup keilmuan

Imam Ja’far Ash-Shadiq as adalah seorang ulama yang paling alim sepanjang sejarah. Para sejarawan dan pemikir memuji akan keluasan ilmunya. Mereka menyaksikan peranannya dalam mengembangkan berbagai keilmuan, cakrawala pemikiran Islam dan berbagai ilmu pengetahuan di zamannya. Di sisi lain beliau adalah seorang pendiri sekolah- sekolah filsafat Islam.

imam shadiq as penghidup keilmuan
Imam Ja’far Ash-Shadiq as adalah seorang ulama yang paling utama dari ulama-ulama yang lain dari sisi kejeniusan, keilmuwan, keutamaan dan kecerdasan. Beliau pernah mengikuti berbagai pelajaran ayahnya seperti fiqih, hadis, tafsir al-Quran, filsafat, kimia, kedokteran dan ilmu perbintangan. Saat itu umur beliau belum mencapai 3 tahun. Dan itu merupakan mukjizat di masa itu. (Baca Juga: Imam Ja‘far Ash-Shadiq, Pencetus Universitas Islam)

Ketika khalifah Bani Umayyah, Al-Walid bin Abdul Malik berkunjung dari Syam ke Madinah, ia masuk ke Masjid Nabawi dan melihat Imam Al-Baqir as berada di atas mimbar sedang menyampaikan pelajarannya. Al-Walid mengucapkan salam kepadanya, kemudian beliau pun menjawab salam tersebut. Kemudian beliau menghentikan pelajarannya sejenak untuk menghormati Al-Walid. Lalu Al-Walid mempersilahkan Imam untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajarnya, yang mana saat itu adalah pelajaran geografi. Al-Walid pun ikut sibuk mendengarkan pelajaran tersebut. Tiba- tiba Imam dikejutkan dengan pertanyaan dari Al-Walid: “Apa nama pelajaran ini?” Imam pun menjawab: “Ini adalah pelajaran yang membahas tentang bumi, langit, matahari dan bintang-bintang.”

Kemudian pandangan Al- Walid jatuh kepada Imam Ja’far Ash-Shadiq yang saat itu sedang duduk di antara ulama. Lalu ia bertanya kepada Umar bin Abdul Aziz pejabatnya yang memegang kota Madinah. Umar menjawab: “Dia adalah Ja’far bin Muhammad Ash-Shadiq.” Al-Walid kemudian berkata: “Apakah ia mampu untuk memahami pelajaran ini, sedangkan umurnya belum mencapai 3 tahun?” Umar bin Abdul Aziz menjawab: “Dia orang yang paling cerdas di antara yang hadir dalam pelajaran Imam. Dan ia orang yang paling banyak bertanya dan mengkritik di antara mereka.” Al-Walid memanggil Imam Ja’far as. Ia bertanya perihal nama Imam dan mulai ingin mengujinya. Ia bertanya kepada Imam: “Apakah engkau tahu siapakah pencetus ilmu mantiq (logika)?” Lalu beliau menjawab: “Aristoteles adalah orang yang mencetuskan ilmu mantiq (logika).

Para murid dan pengikutnyalah yang menamakan ia sebagai pencetus ilmu tersebut.” Lalu Al-Walid menyampaikan pertanyaan keduanya kepada Imam: “Siapakah yang menciptakan ilmu ma’az (gugusan bintang)?” Imam tidak membenarkan pertanyaanya, lalu Imam berkata: “Ini bukanlah nama seseorang, akan tetapi itu adalah nama dari gugusan bintang.” Dan tercenganglah Al-Walid dengan jawaban tersebut. Al- Walid terdiam dan sibuk berpikir untuk mengajukan pertanyaan selanjutnya. Setelah beberapa saat ia bertanya kembali kepada Imam: “Apakah engkau tahu siapakah pencipta sikat gigi?” Lantas Imam menjawab: “Itu adalah gelar Abdullah bin Mas’ud sahabat kakekku Rasulullah Saw.” Al-Walid pun sangat terkejut dengan jawaban Imam. Lalu ia memegang tangan Imam as seraya berkata dan mengucapkan selamat pada Imam Al-Baqir as: “Sesungguhnya putramu ini kelak akan menjadi orang paling berilmu di zamannya.”

Pada hakikatnya Imam Ja’far Ash-Shadiq as adalah seorang ulama yang paling alim sepanjang sejarah. Para sejarawan dan pemikir memuji akan keluasan ilmunya. Mereka menyaksikan peranannya dalam mengembangkan berbagai keilmuan, cakrawala pemikiran Islam dan berbagai ilmu pengetahuan di zamannya. Di sisi lain beliau adalah seorang pendiri sekolah- sekolah filsafat Islam. Sesungguhnya Allah swt lebih mengetahui bagaimana ia menjadikan risalah-Nya.

Sumber:
www.alhassanain.org
  • Print

    Send to a friend

    Comment (0)