• Black
  • perak
  • Green
  • Blue
  • merah
  • Orange
  • Violet
  • Golden
  • Nombre de visites :
  • 126
  • 5/8/2017
  • Date :

Tayammum sebagai Ganti Wudhu dan Mandi

Pertanyaan: Dapatkah Anda menjelaskan bagaimana mengerjakan tayammum sebagai ganti wudhu dan mandi (ghusl)?

tayammum sebagai ganti wudhu dan mandi

Jawaban Global

Bagaimana Mengerjakan Tayammum

Dalam tayammum terdapat empat hal wajib sebagai rukun yang harus dikerjakan: (Baca Juga: Risalah Amaliyah Sayid Ali Khamenei hf: Wudhu)

1.   Niat.

 

2.   Memukulkan dua telapak tangan ke atas benda yang diboleh dijadikan sebagai bahan tayammum.

 

3.   Mengusapkan dua telapak tangan ke seluruh dahi dari tempat tumbuhnya rambut hingga ujung hidung bagian atas mencakup alis. Dan berdasarkan prinsip ihtiyâth wâjib, dua tangan wajib diusapkan di atas alis juga.

 

4.   Mengusap seluruh bagian luar telapak tangan kanan dengan bagian dalam telapak tangan kiri kemudian mengusap seluruh bagian luar telapak tangan kiri dengan bagian dalam telapak tangan kanan.

 

Fatwa sebagian marja agung taklid dalam proses pelaksanaan tayammum sebagai ganti wudhu dan mandi adalah sebagai berikut:

1.   Dalam tayammum sebagai ganti mandi (ghusl), berdasarkan prinsip ihtiyâth mustahab, sekali lagi (kali kedua) kedua telapak tangan dipukulkan ke atas tanah dan kembali dengan itu (setelah memukulkan kedua telapak tangan di atas tanah, kemudian) mengusap bagian luar telapak tangan kanan dan lalu bagian luar telapak tangan kiri.[1] Dan sebagian fakih lainnya berpandangan anjuran (istihbâb) ini dijalankan pada tayammum sebagai ganti wudhu.[2]

 

2.   Mengikut prinsip ihtiyâth wâjib untuk kedua kalinya tangan dipukulkan di atas tanah kemudian telapak tangan kiri mengusap bagian luar tangan kanan dan telapak tangan kanan mengusap bagian luar tangan kiri. Urutan ini sama pada tayammum sebagai ganti wudhu dan sebagai ganti mandi (ghusl).[3] 

 

Referensi:

[1]. Sayid Ruhullah Musawi Khomeini, Taudhih al-Masâil (al-Muhassya lil Imam Khomeini), jil. 1, hal. 386, Masalah 701, Daftar Intisyarat-e Islami, Jamiah Mudarrisin Hauzah Ilmiah Qum, 1424 H.  

[2]. Ibid.  

[3]. Sayid Ali Khamenei, Ajwibat al-Istiftâ’ât, hal. 40, Pertanyaan 209, Nasyr Daftar Rahbari, Qum, 1424 H.  

 

Sumber:
www.islamquest.net

 

  • Print

    Send to a friend

    Comment (0)