• Black
  • perak
  • Green
  • Blue
  • merah
  • Orange
  • Violet
  • Golden
  • Nombre de visites :
  • 57
  • 23/5/2017
  • Date :

Hukum-Hukum Thaharah.

Air Mutlak dan Air Mudhaf

hukum-hukum thaharah.

Masalah 15.

 Air bisa mutlak atau mudhaf. Dan air mudhaf adalah air yang diambil dari sesuatu, seperti air semangka dan air bunga atau air yang bercampur dengan sesuatu, seperti air yang bercampur dengan lumpur dan sepertinya sehingga tidak bisa dikatakan lagi sebagai air. 

 

Dan selain yang di atas dinamakan air mutlak, yang terbagi dalam lima bagian, yaitu:

pertama: air kur,

 

kedua: air sedikit,

 

ketiga: air mengalir,

 

keempat: air hujan, dan

 

kelima: air sumur.

 

Masalah 16.

  Air kur adalah air yang memenuhi tempat berukuran tiga setengah jengkal untuk masing-masing panjang, lebar dan dalamnya. Dan beratnya adalah 377, 419 kg.

 

Masalah 17.

 Apabila ‘ainun najis seperti kencing atau darah mengenai air kur dan menyebabkan perubahan bau, warna atau rasanya, maka air ini akan menjadi najis dan apabila tidak berubah, maka tidak akan menjadi najis.

 

Masalah 18.

 Apabila bau air kur berubah karena sesuatu selain najis, maka hal ini tidak akan menjadikannya najis.

 

Masalah 19.

 Apabila ‘ainun najis seperti darah, mengenai air yang melebihi satu kur dan menyebabkan terjadinya perubahan pada bau, warna atau rasa dari sebagiannya, maka apabila bagian yang tidak berubah kurang dari satu kur, berarti keseluruhan air akan menjadi najis dan apabila yang tidak berubah seukuran kur atau lebih dari itu, maka yang menjadi najis hanya yang mengalami perubahan bau, warna atau rasa.

 

Masalah 20.

Air mancur yang menyambung dengan air kur akan mensucikan air najis apabila bercampur dengannya, akan tetapi apabila hanya menetes-netes di atas air najis, maka hal ini tidak akan mensucikannya, kecuali jika dengan meletakkan sesuatu pada permukaan air mancur sehingga airnya menyambung dengan air najis lalu bercampur dengannya sebelum kemudian menetes.

 

Masalah 21.

 Apabila benda najis dicuci di bawah air kran yang menyambung dengan air kur, maka air yang menetes dari benda najis akan dihukumi suci apabila menyambung dengan air kur dan bau, warna atau rasa dari najis tidak terambil olehnya.

 

Masalah 22.

 Apabila sebagian air kur berubah menjadi es dan jumlah air yang tersisa kurang dari satu kur, maka jika najis mengenainya, hal ini akan menjadikannya najis, betapapun setelah itu es mencair kembali.

 

Masalah 23.

 Air yang sebelumnya seukuran kur, apabila seseorang ragu air tersebut telah berkurang dari ukuran sebelumnya ataukah belum, maka air ini mempunyai hukum air kur yaitu bisa mensucikan najis dan tidak akan menjadi najis apabila sesuatu yang najis mengenainya, dan air yang sebelumnya kurang dari satu kur apabila seseorang ragu telah mencapai ukuran kur ataukah belum, maka air tersebut tidak mempunyai hukum air kur.

 

Masalah 24.

 Ke-kur-an air bisa dibuktikan dengan dua cara, 

 

pertama: yang bersangkutan yakin,

 

kedua: dua orang adil mengatakannya.

 

sumber:
Taudhihul Masail

  • Print

    Send to a friend

    Comment (0)