• Black
  • perak
  • Green
  • Blue
  • merah
  • Orange
  • Violet
  • Golden
  • Nombre de visites :
  • 44
  • 19/5/2017
  • Date :

Keyakinan Syiah Imamiah

Bagi sebagian kalangan masih banyak terdapat berbagai kesimpang siuran berkenaan dengan isu tentang madzhab syiah imamiah, baik itu karena terlalu banyaknya informasi yang bertentangan antara satu dengan yang lainnya, maupun adanya oknum-oknum yang sengaja menyebar luaskan pemahaman yang salah tentang madzhab imamiah.

keyakinan syiah imamiah

Penulis mencoba mengumpulkan beberapa poin penting berkenaan dengan akidah syiah imamiah, tentunya dengan dasar dan sumber dari pendapat para ulama-ulama syiah yang diakui.

 

Adapun beberapa poin penting berkenaan dengan aqidah syiah imamiah tersebut Antara lain:

 

1. Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan bahwa Muhammad saw hamba serta rasulNya.

 

2. Meyakini bahwa Allah swt maha Esa, maha Mampu, tempat Bersandar, maha Adil, tidak ada sekutu baginya, dan bahwa Muhammad saw adalah nabi terakhir, dan bahwa beliau dalam urusan agama dan dunia maksum atau suci dari kesalahan, lupa, baik sengaja ataupun tidak.

 

3. Yakin pada Islam sebagai agama, al-Quran sebagai kitab, Ka`bah sebagai kiblat dan yakin bahwa neraka itu benar, surga itu benar, shirat itu benar, mizan itu benar dan bahwa Allah membangkitkan orang-orang yang telah mati.

 

4. Meyakini bahwa Imamah dan khilafah setelah Nabi itu berdasarkan akal serta nash terbukti untuk amiril-mu`minin Ali bin Abi Thalib. Dan bahwasanya berwilayah atau taat kepadanya itu diwajibkan kepada seluruh muslimin, dan dialah manusia yang paling afdzal setelah Rasulullah saw.

 

5. Selain berpegang teguh pada Al-Qura`an dan sunnah Rasulullah saw juga berpegang teguh pada ahlulbaitnya.

 

6. Meyakini bahwa ahlul bayt nabi merupakan pusaka kedua yang telah di nash kan oleh Nabi saw dan bahwa Rasulullah telah memerintahkan untuk berpegang teguh pada mereka setelah beliau saw, dan barang siapa berpegang teguh pada selainnya maka dia telah bermaksiat kepada Allah swt dan Rasul-Nya.

 

7. Meyakini bahwa Ahlul bayt yang telah disucikan oleh Allah dari segala keburukan mereka adalah: Nabi saww dan washinya yaitu Imam Ali bin Abi Thalib as dan buah hatinya yaitu Fathimah az-Zahro as dan kedua cucunya yaitu imam Hasan dan imam Husain as.

 

8. Dan menyakini bahwa pengganti Nabi ada dua belas khalifah dan mereka adalah dua belas imam.

 

9. Menyakini bahwa para imam dua belas yang pertama adalah Ali bin Abi Thalib as, kemudian imam Hasan as, kemudian imam Husain as, kemudian Sembilan imam dari keturunan imam Husain as mereka semua adalah ahlul bayt Nabi saww.

 

10. Meyakini bahwa dunia tidak pernah kosong dari hujjah, dan bahwa imam kedua belas adalah imam Mahdi Muhammad bin Hasan al-Askari dia adalah imam zaman dan dia hidup dan ghoib serta menunggu izin Allah untuk keluar dan memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana bumi telah dipenuhi kedzaliman.

 

11. Meyakini bahwa orang-orang yang menolong ahlul bayt adalah orang-orang yang menolong Allah dan Rasul-Nya, sedangkan orang-orang yang memusuhi ahlul bayt adalah musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya.

 

12. Berwilayah kepada ahlul bayt tidak cukup dengan cinta tapi harus dibarengi dengan ketaatan terhadap perintah dan menjauhi larangan mereka, menolak semua perkataan yang bertentangan dengan perkataan mereka dan berlepas diri dari orang yang memusuhi mereka dan yang tidak berwilayah kepada mereka.

 

13. Berkeyakinan bahwa sahabat-sahabat Rasulullah saw memiliki sejarah serta keutamaan yang besar, dan bahwasanya Allah swt telah ridho dengan mereka dan merekapun ridho dengan Allah kecuali sahabat yang mencabut beiat dari mereka atau berubah serta berpaling setelah sepeninggal Rasulullah saw serta orang-orang munafik.

 

14. Dan meyakini bahwasanya perkumpulan di Shaqifah bani Saidah merupakan suatu bentuk pembangkangan terhadap wasiat Rasulullah saw. Terbukti dengan tidak hadirnya Amiril Mukminin Ali as serta seluruh bani Hasyim dan sahabat-sahabat Rasul karena sibuk mengurusi jenazah suci Rasulullah saw.

 

15. Dan meyakini bahwasanya disetiap pertentangan yang terjadi Antara ahlul bayt as dan selain mereka maka kebenaran ada dipihak ahlul bayt dan selain mereka adalah bathil.

 

16. Meyakini bahwasanya di dalam hati tidak akan bisa berkumpul Antara kecintaan terhadap ahlul bayt dengan kecintaan kepada orang-orang yang tidak berwilayah kepada mereka dengan sengaja, dan orang-orang yang mendzalimi ahlul baiyt dan keluarga mereka. Serta selalu berlepas diri dari orang-orang tersebut.

 

17. Meyakini bahwa semua yang mengucapkan dua kaliumat syahadat meskipun tidak meyakini dalam hatinya maka dia secara dhahir adalah islam. Harta darah serta keluarga menjadi mulia. Halal baginya semua yang halal bagi muslimin dan haram bagi mereka semua yang haram bagi muslimin.

 

18. Meyakini bahwa seluruh Nabi termasuk Nabi Muhammad saw dan imam dua belas, adalah orang-orang yang di sucikan oleh Allah swt dari kesalahan dalam perkara-perkara agama dan dunia.

 

19. Meyakini bahwa istri para Nabi seluruhnya tidak pernah melakukan perbuatan kotor dan tercela (seperti berzina) termasuk istri Nabi Nuh dan Luth as dan seluruh istri Nabi Muhammad saw.

 

20. Meyakini bahwa Al-quran yang ada ditangan muslimin saat ini adalah benar, tidak dikurangi dan tidak dilebihkan, maka siapapun yang berkata bahwa Al-quran telah diselewengkan baik itu dari syiah ataupun ahlus-sunnah, perkataanya tertolak oleh syiah imamiah.

 

21. Berlepas diri syiah ghulat yang berlebih-lebihan dalam kecintaan mereka terhadap ahlul bayt as sampai-sampai menempatkan mereka ke derajat rububiyyah.

 

22. Berlepas diri dari semua nasibi yang membenci ahlil bayt meskipun mereka tidak mengakuinya seperti muawiyah dan yazid.

 

23. Meyakini bahwa semua yang diriwayatkan oleh para imam ahlul bayt itu berasal dari Rasulullah saw, namun berkaitan dengan kebenaran dan kesahihan riwayat itu dikembalikan kepada para ahli dan para alim ulama yang menguasai bidang tersebut.

 

24. Tidak menyimpulkan atau mengambil agama dari semua buku yg ditulis seorang syiah ataupun ceramah-ceramahnya di mimbar. Akan tetapi tempat rujukan adalah para marja` yang telah disepakati dan terbukti keilmuan mereka dan penguasaan mereka terhadap dasar-dasar serta cabang-cabang madzhab syiah imamiah.

 

25. Meyakini bahwa Allah wajib disembah dan diibadahi serta berjuan dengan sungguh-sunguh untuk memahami serta mengamalkan kewajiban-kewajiban tersebut. adapun kewajiban kewajiban tersebut Antara lain:

 

Puasa, zakat, khumus, jihad, amar-ma`ruf nahi munkar serta tawalli dan tabarri.

 

26. Meyakini bahwa seorang muslim harus menjadi mujtahid dalam mengistimbatkan masalah-masalah syariat, jika tidak mampu maka harus beramal dengan bertaqlid pada salah satu marja` syiah yang hidup yang telah diketahui keadilan serta keimanannya melalui para orang-orang mukmin yang ahli.

 

Sumber:
www.Syiahahlilbait.com

  • Print

    Send to a friend

    Comment (0)