• Black
  • perak
  • Green
  • Blue
  • merah
  • Orange
  • Violet
  • Golden
  • Nombre de visites :
  • 104
  • 17/5/2017
  • Date :

Indera Binatang 

Perlu diketahui bahwa rahasia dan keajaiban yang terdapat pada dunia binatang lebih menakjubkan dan lebih menguggah hati manusia untuk memfokuskan perhatian ke arahnya, hal ini dikarenakan perangkat dan sistem kehidupan pada binatang lebih sempurna dan lengkap dibandingkan pada dunia tumbuh-tumbuhan, oleh karena itu, rahasia dan hakikat kehidupan yang menakjubkan lebih banyak tersimpan di dalamnya.

indera binatang

Perbedaan Dunia Binatang dengan Dunia Manusia

Adalah sangat keliru dan menyesatkan apabila kita menganggapdan memandang bahwa dunia kehidupan binatang adalah sama dan identik dengan dunia kehidupan manusia dan juga  memandang bahwa cara dan tujuan kehidupan binatang adalah sama dengan visi, misi, dan metode kehidupan manusia. Observasi dan pengkajian ilmiah menolak anggapan dan pandangan ini secara mutlak dan membuktikan bahwa tujuan dan substansi kehidupan binatang sangat jauh berbeda dengan tujuan dan hakikat kehidupan manusia, walaupun keduanya mempunyai unsur-unsur dan kecenderungan-kecenderungan lahiriah, jasmaniah, dan alamiah yang sama.

 

 Misalnya, meskipun manusia pada zaman moderen ini telah mampu mempelajari dan mengetahui galaksi dan gugusan bintang-bintang dengan menggunakan alat teleskop yang dapat melipatgandakan kekuatan penglihatan mata menjadi ribuan kali lipat dimana pada awalnya kekuatan penglihatan matanya sangatlah terbatas, akan tetapi hewan-hewan seperti burung Elang dan burung Karkas (burung pemakan bangkai) dari awal penciptaannya telah mempunyai kekuatan penglihatan mata setajam alat teleskop yang mampu melihat dari jarak yang sangat jauh sekalipun.

 

Begitu juga, manusia dengan bantuan teknologi mikroskop telah mampu mengamati mikroba-mikroba, bakteri-bakteri dan makhluk-makhluk yang sangat kecil lainnya dengan sangat mudah lalu mempelajari dan mengobservasi keadaan-keadaan mereka untuk melengkapi penelitian dan menyempurnakan pengetahuan manusia, dan tanpa alat mikroskop manusia tidak mampu melakukan hal ini sama sekali, tetapi berbeda dengan serangga-serangga kecil seperti nyamuk, semut dan lain sebagainya, dimana binatang-binatang kecil ini dari awal telah memiliki kemampuan penglihatan mata seakurat alat mikroskop yang kekuatan pandangannya sekian kali lipat dari kemampuan pandangan yang dimiliki manusia.

 

Pada malam-malam yang gelap gulita, awalnya manusia memanfaatkan lampu minyak untuk menerangi tempat-tempat sekitarnya dan pada masa kontemporer manusia telah mampu menggunakan bantuan dan tenaga energi listrik untuk mengubah malam yang gelap gulita menjadi siang yang terang benderang, akan tetapi kebiasaan binatang-binatang malam yang tetap mampu berjalan dan menentukan arah perjalanan mereka dengan mudah meskipun pada malam hari dalam suasana yang gelap gulita. Mata burung hantu dengan kecepatan dan ketajaman penglihatannya mampu melihat dan menangkap pergerakan tikus kecil yang berjalan cepat atau perlahan-lahan di antara rerumputan-rerumputan sahara, demikian halnya dengan mata kucing pada malam hari dalam suasana yang gelap gulita akan lebih tajam dan jeli di bandingkan penglihatan manusia, retina mata binatang ini akan mengecil di tempat yang bercahaya dan membesar dalam keadaan yang gelap, hal ini terjadi untuk mengatur jumlah cahaya-cahaya yang masuk ke dalam retina matanya agar supaya sesuai dengan ukuran-ukuran yang dibutuhkan, dan perubahan ukuran retina ini terjadi dalam waktu yang luar biasa singkatnya.

 

Bisa jadi Anda akan menjadi terheran-heran apabila kami katakan bahwa jumlah mata dari sebagian serangga tidak sama seperti pada binatang-binatang lainnya yang hanya mempunyai dua buah mata saja, melainkan mereka mempunyai tiga buah mata yang sederhana (yang masing-masing memiliki satu permukaan) dan dua buah mata kombinasi yang masing-masingnya terbentuk dari sekian buah mata, pada serangga yang bernama "Libria" jumlah mata kombinasinya mencapai 12 buah mata sedangkan pada binatang semut bahkan bisa mencapai 200 hingga 400 buah mata, dan pada serangga yang bernama "Isfans kulfulguloi" sejenis kunang-kunang dan kutu kapas, mencapai jumlah yang sangat menakjubkan yaitu 27 ribu buah mata[1]. Lebah madu selain mereka mempunyai mata yang masing-masingnya memiliki 6 atau 7 ribu permukaan, mereka juga mempunyai 3 buah mata yang lain berbentuk lingkaran besar di atas dahi, tentang bagaimana proses mata ini bereaksi terhadap benda-benda yang ada di sekitarnya untuk sementara kami tidak mempunyai informasi tentangnya.

 

 Demikian juga terdapat salah satu jenis ikan bernama "Skalop" yang mempunyai sejumlah mata bersinar yang sangat cantik.

 

Indera Pengarah

Salah satu permasalahan yang menarik perhatian para ahli biologi dan hingga sekarang ini masih menjadi wacana dan obyek penelitian yang belum menghasilkan kesimpulan adalah persoalan indera pengarah yang dimiliki seluruh binatang. Dari penelitian dan pengkajian yang dilakukan pada sebagian jenis binatang menunjukkan bahwa biasanya binatang mampu menemukan jalan kembali ke rumahnya meskipun dari jarak yang sangat jauh.

 

Telah banyak diketahui bahwa apabila seekor kucing dipindahkan sekian mil dari tempat tinggalnya, maka dia mampu kembali lagi ke tempatnya semula, dan yang lebih menakjubkan lagi adalah peristiwa transmigrasinya sekelompok burung dari negara satu ke negara lain, Swallow atau burung Layang-layang yang meningalkan musim dingin secara serentak dan melakukan perjalanan panjangnya melalui kepulauan Britania dan negara-negara Eropa untuk berpindah dan hijrah menuju Afrika Utara dan menikmati musim dinginnya di tempat ini, dan begitu musim semi tiba, mereka akan kembali lagi ke tempatnya semula untuk melanjutkan kembali kehidupan mereka yang baru.

 

Spesis burung lain yang kebanyakan melakukan perjalanan dengan mengikuti arah dan petunjuk panas, meskipun biasanya mereka terbang melintasi daratan dan lautan hingga ratusan mil, mereka tetap tidak akan pernah kehilangan arah untuk kembali ke tempat tinggalnya semula.

 

Lebah madu meskipun terbang pada saat terjadi angin keras dan keadaan udara kotor berdebu, mereka tetap mampu menemukan kembali sarang madunya dengan mudah.

 

Para ilmuwan biologi telah melakukan begitu banyak observasi dalam masalah ini, salah satunya adalah dengan memberikan tanda tertentu pada beberapa ekor lebah kemudian meletakkannya pada kotak yang berjarak beberapa kilometer dari sangkar madunya, dan sungguh menakjubkan begitu kotak tersebut dibuka mereka semua akan beterbangan keluar, berputar satu dua kali di udara lalu memulai perjalanannya untuk kembali ke sangkar madunya yang semula, dan dilaporkan bahwa semua lebah tersebut berhasil kembali ke rumah mereka yang semula.

 

Indera Pengarah pada Ikan Dolphin

Pada musim bertelur, ikan Dolphin akan meninggalkan laut untuk pergi ke arah sungai dan meletakkan telur-telurnya di tepi sungai. Setelah menetas, anak-anak mereka akan menetap di sungai selama hampir dua tahun kemudian mulai melakukan perjalanannya menuju laut dan di sana tumbuh membesar selama sekitar dua tahun atau lebih. Begitu musim bertelur tiba, mereka akan melawan arus air untuk mendekati sungai tempat di mana mereka semula lahir, mereka hanya akan menuju sungai tempat kelahirannya dan menghindari sungai-sungai lainnya, apabila secara kebetulan mereka keliru menentukan tempat kelahirannya maka mereka akan segera meninggalkan tempat tersebut lalu menuju ke tempat asal kelahirannya meskipun melawan arus air.  

 

Untuk melakukan observasi, para ilmuwan memotong sirip dari beberapa ikan muda jenis ini lalu mengamati gerak-geriknya, dari observasi disimpulkan bahwa setelah melewati masa pertumbuhan hingga masa tertentu, mereka akan kembali ke tempat kelahirannya untuk bertelur.

 

Belut: merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki alur kehidupan yang lebih menakjubkan. Hewan ini di manapun mereka berada, begitu mencapai akhir masa pertumbuhannya, akan serentak memulai perjalanannya meninggalkan sungai tempat tinggalnya dan melintasi ribuan mil untuk menuju samudera. Begitu memasuki kawasan samudera Hindia, mereka akan mulai meletakkan telur-telurnya di sana, dan setelah itu, mati. Anak-anak yang keluar dari telur-telur tersebut setelah melewati masa tertentu dan tumbuh menjadi belut-belut muda, akan memulai perjalanan panjangnya selama tiga tahun untuk sampai ke tempat tinggal induk mereka, padahal selama hidupnya, mereka tidak pernah mengenal dunia lain kecuali laut seputar tempat mereka tinggal. Setelah melintasi ribuan mil dan menghadapi bahaya yang tak sedikit seperti topan dan ombak, mereka akhirnya berhasil sampai ke tempat induk-induk mereka berasal, tepat dan tidak salah. Dan pada musim bertelur yang berarti masa kematiannya, belut-belut ini sebagaimana generasi sebelumnya akan mulai melakukan perjalananya kembali ke arah samudera Hindia dan meletakkan telur-telurnya di sana, dan ritme kehidupan ini berulang secara turun temurun.

 

Merpati Pos

Merpati pos pun memiliki indera pengarah yang sangat kuat, sehingga pada zaman kuno hewan jenis ini dimanfaatkan untuk mengirimkan pesan atau surat dari satu tempat ke tempat lain. Masyarakat Yunani kuno bahkan pada zaman sebelum kelahiran Isa al-Masih As telah memiliki merpati-merpati jenis ini untuk mengirimkan surat ke daerah-daerah terpencil.

 

Pada perang dunia pertama, ketika komunikasi telepon terputus, merpati-merpati poslah yang berjasa untuk mengirimkan berita-berita dari medan perang menuju markas militer. Pada perang ini angkatan udara kerajaan Inggris bahkan memanfaatkan mereka sebagai pembawa berita lintas samudera. Ketika pesawat  dan perangkat lain tak mampu lagi melakukan perannya untuk mengirimkan berita ke markas militer, maka salah satu personel angkatan udara segera mengikatkan surat pada kaki merpati lalu melepaskannya. Sang merpati akan langsung terbang menuju ke tempat yang telah dia kenal sebelumnya, ketika sampai di tempat tujuan, dia akan bertengger pada titik tertentu. Tekanan kaki merpati ketika bertengger akan menyebabkan berdentingnya lonceng yang sebelumnya memang sengaja diletakkan di sana, dengan adanya bunyi ini, maka personel yang bertugas khusus untuk hal tersebut akan segera menangkapnya lalu mengambil surat yang terikat di kaki sang merpati untuk mendapatkan informasi terbaru. Dengan demikian, surat akan sampai ke tangan penerima pada waktunya.

 

Rahasia yang Belum Terungkap

Secara global, penelitian untuk mendapatkan informasi tentang cara kerja indera pengarah yang terdapat pada binatang telah sering dilakukan, akan tetapi hingga saat ini para ilmuwan belum bisa menyimpulkan bagaimana para binatang ini mampu menemukan arah jalannya dalam kegelapan malam, atau bagaimana mereka bisa mengetahui tempatnya semula padahal ketika dipindahkan ke tempat yang sangat jauh mereka berada di dalam kotak (tak bisa melihat keluar), begitu juga bagaimana para burung yang hijrah dari tempat asalnya dengan melintasi samudera yang tidak pernah salah dalam menentukan tempat kembalinya. 

 

Salah satu jenis burung pemakan cacing bernama Palooz yang hidup dan membuat sangkarnya di kawasan Kanada, pada akhir musim panas secara serentak akan melakukan perjalanannya melintasi lautan sejauh 3 ribu kilometer ke arah Amerika Utara, dan akan kembali ke Kanada tepat pada awal musim semi.

 

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh sebagian ilmuwan disimpulkan bahwa burung-burung ini memiliki daya tangkap yang kuat untuk merasakan kekuatan megnetik garis katulistiwa yang membentang dari kutub utara hingga kutub selatan yang digunakannya untuk menemukan arah jalannya. Terdapat pula pendapat lainnya dalam masalah ini akan tetapi masih belum bisa terbukti secara ilmiah.

 

Indera Penciuman  pada Binatang

Seekor anjing memiliki daya penciuman yang luar biasa hebatnya sehingga bisa dikatakan bahwa dunia anjing lebih berbau dibandingkan dengan dunia manusia, karena dengan daya penciumannya ini mereka mampu memcium bau binatang-binatang yang lewat di dekatnya, ia mengenal bau badan tuannya makanya tidak akan pernah kehilangan tuannya meskipun di tengah-tengah keramaian. Ketika berburu, binatang ini memanfaatkan dua jenis bau, pertama bau tubuh binatang buruan dan kedua bau rerumputan yang terinjak oleh kaki binatang buruan. Rerumputan yang baru saja terinjak oleh binatang buruan memiliki bau khas yang bisa dicium oleh indera penciuman anjing yang manusia tidak mampu melakukannya.

 

Hingga saat ini belum ada tekhnologi yang mampu melipatgandakan daya penciuman manusia, bahkan metode dan prosesnya pun belum berhasil ditemukan, sementara anjing dan sebagian besar binatang menyusui secara alami mempunyai daya penciuman yang sangat kuat, dan secara umum bisa dikatakan bahwa dalam kehidupan anjing dan kebanyakan binatang menyusui, daya penciuman mereka lebih berperan daripada daya penglihatan, sebaliknya binatang dari jenis burung lebih membutuhkan ketajaman penglihatan daripada daya penciuman.

 

Serangga, meskipun tidak memiliki hidung, akan tetapi sebagai gantinya mereka memiliki alat penciuman berbentuk antena yang terletak di depan kepala. Jika seekor kupu-kupu betina diletakkan pada sebuah kotak, maka tak berapa lama sekelompok kupu-kupu jantan dari jenis yang sama akan mendekati kotak tersebut. Kupu-kupu jantan ini mampu mencium bau kupu-kupu betina meskipun dari jarak beberapa meter.

 

Indera Pendengaran pada Binatang

Walaupun manusia dengan inovasi terbarunya mampu mendengar gelombang suara dari jarak yang sangat jauh, tetapi pada dasarnya indera pendengaran mereka tidak setajam yang dimiliki oleh binatang. Anjing mempunyai indera pendengaran yang begitu tajam dan mampu mendengarkan bunyi yang sangat kecil sekalipun.

 

Sebagian masyarakat mengira bahwa ikan tidak memiliki indera pendengaran, para ahli biologi pun memiliki anggapan semacam ini hingga beberapa waktu lamanya, akan tetapi setelah melakukan penelitian panjang, akhirnya mereka menyimpulkan bahwa ternyata selain binatang ini mempunyai indera pendengaran, mereka pun mampu mendengarkan suara bahkan yang sangat lemah.

 

Reaksi pendengaran mereka terhadap gerakan bumi yang ditimbulkan oleh getaran gempa lebih tajam daripada manusia, oleh karena itu, biasanya sebelum terjadi gempa bumi anjing-anjing akan ramai dengan suara gonggongannya, demikian juga ayam, burung dan hewan-hewan lainnya.

 

Daya Lain yang Menakjubkan

Ikan-ikan memiliki indera rahasia lainnya yang akan bereaksi ketika mereka mendekati daratan atau ketika akan terjadi agresi dan serangan dari hewan lainnya, bahkan dalam suasana yang gelap gulita sekalipun indera ini mampu mengantisipasi apa yang akan terjadi selanjutnya.

 

Pada malam hari, daya penglihatan kunang-kunang bekerja secara sempurna dan mereka menggunakannya untuk beraktifitas dan memenuhi kebutuhan hidupnya, dan karena mereka tidak tahan sorotan cahaya maka mereka menggunakan siang hari untuk istirahat, hal ini sebagaima yang dikatakan oleh Imam Ali As dalam salah satu khotbahnya, ia bersabda, "Maha Suci Allah yang menciptakan malam menjadi siang untuk mencari rezki, dan siang menjadi waktu untuk istirahat dan menghidupkan kungan-kunang pada ketenangan malam."[2]

 

Daya Pemahaman pada Binatang

Meskipun tak satupun binatang mampu bercakap dengan lisan sebagaimana manusia, akan tetapi kebanyakan dari mereka mampu melakukan komunikasi antara satu dengan lainnya.

 

Apabila Anda meletakkan seekor kupu-kupu betina di samping jendela, maka dia akan menyebarkan sinyalnya keluar dan kupu-kupu jantan yang berada pada jarak sangat jauh akan menangkap sinyal ini lalu mengirimkan jawabannya, dan apapun usaha Anda untuk menghambat hubungan komunikasi ini tidak akan bermakna sama sekali. Tentang apakah hewan kecil ini memiliki perangkat pengirim sinyal di dalam tubuhnya ataukah terdapat perangkat penerima disamping antena yang mereka miliki? Untuk sementara kami tidak mengetahuinya.

 

Jangkrik dengan mengaitkan kedua sayap atau kaki-kakinya akan mengeluarkan suara yang mampu memecahkan kesunyian malam hingga jarak yang sangat jauh, suara yang membuat telinga kita menjadi gatal adalah percakapan dan tanya jawab yang terjadi di antara sesama mereka. Demikian juga suara katak yang bersahut-sahutan, kesemuanya merupakan cara mereka berkomunikasi dengan sesamanya.

 

Manusia masa kini, sekalipun dari jarak yang teramat jauh mampu melakukan komunikasi dengan bantuan peralatan komunikasi semacam radio, telepon, dan telegraf, tetapi peralatan ini sama sekali tidak akan berfungsi tanpa adanya listrik atau kabel, sementara hewan kecil seperti kupu-kupu, sebagaimana yang telah kami katakan, tanpa bantuan peralatan komunikasi tersebut mampu saling bertukar informasi.  

 

Seekor induk ayam akan memanggil anak-anaknya dengan suara khas milikinya supaya mereka berkumpul di sekitarnya. Dengan suara ringkikan dan tendangan kakinya, seekor kuda akan memahamkan kepada kuda lainnya akan apa yang diinginkannya. Begitu juga kera, suara khasnya dan gerakannya yang beragam seperti perubahan mimik wajah akan memahamkan tentang keadaan mereka, seperti senang, sedih, lapar dan sebagainya.

 

Serangga yang memiliki kehidupan berkelompok seperti semut dan lebah madu, akan memahamkan keinginan mereka secara langsung di antara mereka.

 

Jejak-Jejak Tauhid pada Dunia Binatang

Ketika dikatakan bahwa anatomi setiap jenis makhluk hidup telah dilengkapi dengan perangkat-perangkat khusus dan mereka masing-masing telah memiliki pengetahuan tentang cara-cara menggunakannya untuk hidup, membuat tempat tinggal, mencari makanan, memelihara dan membesarkan anak, mengenal lawan dan mengetahui bagaimana cara bertahan dan lari, dan bagaimana mereka bisa memperoleh perlengkapan hidup dan kesejahteraan di atas bumi, semua ini merupakan sebuah argumen penting tentang keberadaan realitas Pencipta Yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa, yang dengan kodrat dan petunjuk-Nya telah mengatur dan menyediakan seluruh perlengkapan bagi makhluknya untuk hidup dan mencapai kesempurnaan.

 

Dalam surah al-Jastiyah (45) ayat 4, Allah berfirman:

Dan pada penciptakan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini,

       

Demikian juga dalam surah Hud (11) ayat 6, difirmankan:

Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya semuanya tertulis dalam kitab yang nyata      (Lauh Mahfuzh).

       

Di bumi ini, Sang Pencipta alam telah menyimpan begitu banyak harta dan kekayaan yang tak terkira untuk memenuhi kebutuhan hidup makhluk-Nya.

 

Keseimbangan dan Pengaturan, Dasar Penciptaan

Keseimbangan yang terdapat dalam penciptaan khususnya pada dunia binatang merupakan argumen dan dalil yang sangat penting bagi makrifat dan pengenalan Tuhan. Sebagai contoh, perhatikanlah pemaparan berikut ini:

 

Kita mengetahui bahwa karkas adalah sejenis burung pemakan daging yang berumur panjang. Andai saja binatang mengerikan ini beranak pinak sebagaimana burung gereja atau merpati, maka tentu kehidupan binatang lainnya akan berada dalam bahaya, karena dalam waktu singkat mereka akan menjadi mangsa burung-burung ini. Akan tetapi, keberadaan dan jumlah mereka dapat terkontrol dengan baik.

 

Demikian juga singa dan macan. Jika mereka seperti kambing atau kijang yang bisa melahirkan begitu banyak anak, maka ketenangan hidup binatang lainnya akan menjadi terganggu dan bumi akan kosong dari binatang-binatang lainnya, bahkan kehidupan manusia pun akan terancam dalam bahaya.

 

Lalat akan mengeluarkan ratusan ribu telur setiap musim bertelur tiba, akan tetapi umur serangga ini tidak sampai dua minggu, jika saja mereka berumur beberapa tahun dengan ratusan ribu telur setiap kali bertelur, maka Anda bisa bayangkan kehidupan seperti apa yang akan kita hadapi.

 

Dari uraian-uraian di atas, secara jelas bisa diketahui bahwa mekanisme dan sistem kehidupan yang ada di alam ini telah diperhitungkan, diseimbangkan, dan diatur secara mendetail, dan setiap makhluk hidup berada dalam kontrol dan keteraturan tertentu.

 

Maha suci, Maha Besar, dan Maha Agung Tuhan yang mewujudkan segala realitas ini. 

 

Referensi:

[1] Tafsir Thanthawi

[2] Nahjul Balaghah, khotbah 154.

 

Sumber:
www.wisdoms4all.com

  • Print

    Send to a friend

    Comment (0)