• Black
  • perak
  • Green
  • Blue
  • merah
  • Orange
  • Violet
  • Golden
  • Nombre de visites :
  • 61
  • 20/4/2017
  • Date :

Risalah Huquq Imam Al-Sajjad a.s.

Manusia adalah mutiara penciptaan dan kebanggaan alam semesta. Keberadaan manusia telah membuat jagad raya menjadi indah dan penuh arti. Setiap sudut bumi menjadi terang dengan pancaran cahaya akal dan logika manusia dan dunia ini menjadi gelap jika pelita akal dipadamkan.

risalah huquq imam al-sajjad a.s.

Manusia sebagai makhluk yang paling mulia telah menampilkan ciptaan dengan indah. Hal ini karena hubungan manusia dengan alam semesta ibarat batu permata yang diikat di cincin. Keindahan dan keagungan batu permata ini bersumber dari nama dan sifat-sifat Sang Pencipta yang terukir padanya dan juga ruh Ilahi yang ditiupkan ke jasad mereka. Dalam surah Al-Baqarah ayat 31, Allah SWT berfirman:

“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman; “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!”

Manusia diciptakan dari tanah liat dan dari ketiadaan melangkah ke alam wujud berkat ruh Tuhan. Karena kemuliaan manusia, para Malaikat diperintahkan untuk bersujud kepadanya. Allah Swt dalam al-Quran membicarakan tentang keagungan manusia dan menampakkan keindahan dan nila-nilai yang mereka miliki. Meski demikian, Allah Swt juga mengingatkan orang-orang yang berbuat maksiat dan tidak bersyukur. Oleh karena itu, Allah Swt memerintahkan Rasul-Nya untuk membantu manusia mengenal Sang Pencipta dan meniti jalan kesempurnaan sehingga mereka tidak tersesat dan tidak terampas hak-haknya.

Manusia harus memahami bahwa mereka mampu menggapai kesempurnaan dan menjadi khalifah Allah di muka bumi dan menghiasi alam ini dengan keindahan dan kesucian. Masalah ini akan terwujud jika manusia mengenal hak dan kebutuhannya dalam menapak jalan kesempurnaan dan kebahagiaan. Untuk meraih kebahagiaan dan ketenangan, manusia harus menyusun program dan langkah-langkah yang diperlukan. Mereka akan sampai pada puncak kemuliaan dengan pengetahuan dan ilmu. Ini adalah logika al-Quran bahwa manusia tidak diciptakan untuk kesia-siaan. Dalam surah Al-Mu’minun ayat 115, Allah SWT berfirman:

“Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”

Salah satu kriteria khusus manusia adalah kemampuannya menciptakan dunianya sendiri. Dunia mereka adalah apa yang terpahat dalam lembaran hati kecilnya. Jika mereka menghiasi batin sucinya dengan nilai-nilai luhur kemanusiaan, maka mereka akan memiliki dunia yang indah dan elok dipandang. Namun jika mereka mengotori diri dengan berbagai kehinaan, maka mereka akan membangun dunia yang penuh dengan penyimpangan dan kotoran. Oleh karena itu, masyarakat ideal dan teladan tidak mungkin dapat dibangun selama kemanusiaan insan belum mencapai puncaknya.

Langkah-langkah pertama yang harus diambil oleh manusia adalah menghindari dosa dan tidak mengikuti dorongan hawa nafsu sehingga mereka bisa sampai pada posisi yang aman dan meyakinkan. Mutiara kemanusiaan harus dikembangkan dalam diri sehingga dapat menerima pesan-pesan langit dan kandungan wahyu. Hal ini tidak akan terwujud kecuali manusia mengenal dirinya dan Tuhannya dan memiliki tujuan hidup.

Pesan para utusan Allah SWT tentang menjaga kemuliaan dan hak-haknya akan menyadarkan manusia sehingga mereka memiliki kehidupan yang bahagia dan mulia. Para Imam dan Ahlul Bait Nabi a.s. telah menunjukkan manusia tata cara dan ritual untuk menggapai keberuntungan. Setiap Imam memiliki metode khusus dalam membimbing umat manusia. Imam Ali Zainal Abidin Al-Sajjad a.s., putra Imam Husein a.s., selain memaparkan makrifat dan metode kehidupan dalam bentuk doa dan munajat, juga mengenalkan manusia dengan hak-haknya lewat sebuah buku panduan yang bernama “Risalat Al-Huquq” (risalah hak-hak).

Risalah itu memuat 15 hak yang berhubungan dengan manusia dan berbagai aspek hubungannya. Hak-hak tersebut merupakan hak alamiah manusia dan tidak ada pihak atau aturan apapun yang dapat merampas hak-hak itu dari manusia. Manusia dapat menggapai kehidupan yang sehat dan mulia dengan mempelajari dan menjaga hak-hak tersebut. Risalah Huquq Imam Al-Sajjad a.s. membuka pembahasannya dengan sebuah kalimat yang ditujukan kepada manusia. Beliau berkata:

“Ketahuilah bahwa Allah SWT telah menetapkan sejumlah hak atasmu. Setiap gerakan dan diammu, setiap anggota badan yang engkau pergunakan dan setiap fasilitas yang engkau gunakan pakai dan lain-lain, semuanya memiliki hak atas dirimu… Hak Allah SWT yang paling besar atasmu adalah kewajibanmu menghormati hak-hakNya. Hak-hak inilah adalah dasar dan akar bagi seluruh hak lainnya. Dan apa yang diwajibkan Allah SWT atas kalian adalah hak-hak kalian atas diri kalian sendiri, dan hak-hak itu meliputi diri kalian dari kepala hingga kaki.” 

 

 

Sumber:
www.studisyiah.com

Mushaf Imam Ali; Sama atau Beda dengan Al-Quran?

Mushaf Imam Ali; Sama atau Beda...

Mushaf Imam Ali; Sama atau Beda dengan Al-Quran?
Shahīfah Sajjādiyyah

Shahīfah Sajjādiyyah

Shahīfah Sajjādiyyah
 Kriteria-Kriteria Hadis Lemah

Kriteria-Kriteria Hadis Lemah

Kriteria-Kriteria Hadis Lemah
Tadwin Al-Hadits

Tadwin Al-Hadits

Tadwin Al-Hadits
  • Print

    Send to a friend

    Comment (0)