• Black
  • perak
  • Green
  • Blue
  • merah
  • Orange
  • Violet
  • Golden
  • Nombre de visites :
  • 35
  • 2/4/2017
  • Date :

Pesona Iran yang Mendunia (2)

Negara-negara yang memiliki peradaban kuno dengan pengaruhnya yang luas mencapai wilayah lain secara umum memiliki dua lingkup cakupan yaitu: aspek geografis dan budaya.

pesona iran yang mendunia (2)

Aspek geografis bermakna jelas yaitu batas internasional bagi teritorial setiap negara dan relatif bersifat tetap. Meskipun demikian, batasan geografis itu di sejumlah negara seperti Iran mengalami pasang surut dan perubahan yang besar.Adapun aspek budaya yaitu cakupan yang meliputi budaya  dan peradaban sebuah negara. Iran memiliki dua area itu.

Sejak awal imperium Achaemenid yang termasuk imperatur terbesar di dunia menunjukkan bahwa pengaruh Persia tidak hanya terbatas di Iran saja sebagaimana dijelaskan dalam bukti-bukti otentik seperti Bisotun dan lainnya. Sejak dahulu, kebesaran kebudayaan dan peradaban Iran kuno menjadi perhatian banyak orang di dunia, terutama kalangan akademisi. Selain negara yang memiliki letak geografis yang khusus dan sensitif, secara historis, Iran juga kaya dengan warisan budaya dan peradabannya.

Secara geopolitik, posisi geografis Iran sejak dahulu kala menjadi incaran banyak bangsa lain dan di sana pula terjadi pertukaran kebudayaan selain hubungan politik dan ekonomi. Untuk itulah Iran menjadi jembatan yang baik bagi peradaban timur dan barat, juga utara dan selatan dunia. Selain itu, Iran juga merupakan salah satu pusat peradaban tertua dan paling aktif di zamannya. Bangsa Iran berhasil membangun pemerintahan global di era Archaemenid yang mencakup berbagai wilayah di dunia. Tanda dari pemerintahan global ini bukan hanya dalam politik Cyrus, tapi juga tercermin dalam ilmu pengetahuan yang berkembang di masa itu, termasuk tasawuf.

Setelah Islam masuk ke Iran, imperium budaya menggantikan imperium politik yang pengaruhnya meluas dari mediterania hingga anak benua India dan selatan Rusia. Di bidang ini, Iran mempersembahkan karya terbesar di bidang pemikiran dan sastra bagi dunia.Terkait hal ini, Muthadha Mutahhari dalam bukunya "Kontribusi Timbal Balik Iran dan Islam" menjelaskan dengan gamblang peran besar orang-orang Iran terhadap penyebaran ajaran Islam dan pengaruhnya di dunia, terutama dalam karya-karya di bidang ilmu pengetahun dari kedokteran hingga sastra. Dunia mengenal Ibnu Sina dengan karyanya "Qanun" yang merupakan karya klasik di bidang kedokteran. Selain sebagai dokter, Ibnu Sina juga melahirkan karya di bidang filsafat yang mendunia. Selain itu ada Abu Raihan Biruni, Khajeh Nasiruddin Tusi dan cendekiawan Muslim Iran lainnya yang menghasilkan beragam karya penting di berbagai disiplin ilmu.  

Salah satu karakteristik dari bangsa Iran adalah gerakan geografisnya yang besar. Mereka sepanjang sejarah ribuan tahun silam tidak pernah berada di kawasan dengan batasan geografis tertentu yang tetap.Tapi mereka meluaskan batasan geografis pengaruhya di seluruh penjuru dunia. Untuk itulah mereka dikenal sebagai bangsa yang dinamis. Lembaran sejarah menunjukan bahwa wilayah bangsa Iran terbentang dari selatan Siberia hingga kawasan Mesopotamia, juga dari Asia Kecil hingga India dan perbatasan Cina. Sejak berdirinya imperium Persia hingga abad ke-18 masehi, bangsa Iran menempati berbagai wilayah yang terbentang luas tersebut meskipun mengalami pasang surut.

Bangsa Iran yang merupakan bagian dari suku Aria yang melakukan migrasi akhir 2000 tahun sebelum Masehi dari tempat kelahirannya di wilayah paling utara Asia Tengah. Mereka berpindah dari tempat yang dingin di Siberia menuju wilayah yang lebih hangat ke timur laut dan barat laut Caspia hingga mencapai Iran. Arkeolog Perancis, Roman Ghirshman berkeyakinan bahwa migrasi ini dilakukan bukan sukarela tapi sebagaimana suku Asia Tengah lainnya, untuk menghindari cuaca buruk di tempat kelahirannya yang sangat dingin. Pada awalnya suku Aria datang ke Sugdiana yaitu Samarkand dan Bukhara serta Morgayana yang merupakan nama lain dari Marw, tapi kemudian meninggalkan tempat itu karena menghindari ancaman serangan musuh dari suku lain. Lalu, suku Aria memasuki Balkh dan Khorasan kemudian tinggal berpencar di berbagai tempat di Iran.

Populasi suku Aria terbagi menjadi dua. Kelompok pertama bermigrasi ke wilayah bercocok tanam di Iran, sedangkan kelompok lainnya disebut sebagai Sakaha. Sakaha bermigrasi ke wilayah paling selatan dan barat. Etnis Sakaha dikenal sebagai suku yang sering menimbulkan ketakutan dan kerusakan di wilayah yang telah memiliki peradaban. Kehidupan etnis Sakaha bergantung kepada perang dan penjarahan. Suku Aria pendatang memilih pola kehidupan yang berbeda dengan Sakaha. Mereka dengan belajar dari budaya bercocok tanam bansga pribumi dan hidup lebih rukun serta berperadaban bersama etnis lain non-Aria.

Masuknya suku Arya ke Iran dimulai di era Media atau disebut juga Mada,Medes maupun Mada. Untuk pertama kalinya mereka memasuki wilayah Ray dan Ekbatan (Hamadan). Mereka juga berinteraksi dengan peradaban Elam di Khuzestan dan Mesopotamia. Sebagaimana suku Elam yang hidup dengan peradaban urban dan pertanian, bangsa Aria juga menciptakan sistem pengairan yang canggih di zamannya.

Penjelasan menarik diungkapkan buku "The Cambridge History of Iran" mengenai kehidupan suku pribumi Iran yang telah berperadaban sebelum datangnya bangsa Aria. Hal ini menunjukkan tanda kehidupan masyarakat Iran yang telah menemukan teknik bercocok tanam dan bertani serta beternak yang diperkirakan telah ada sejak 8000 tahun sebelum masehi. Penyelidikan arkeologi di kota Zabol menunjukkan adanya kota terbakar (Shahr-e-Sookhteh) yang merupakan kota prasejarah terbesar di Iran yang termasuk tertua di dunia.

Sekitar 4000 tahun silam terdapat sebuah kota prasejarah dengan luas ribuan hektaran yang dilengkapi dengan infrastruktur modern di masanya, seperti sistem pengairan dengan pipa tanah dan pembagian profesi. Bahkan sejumlah peneliti seperti Arthur Pope berkata, "Pertanian dan mungkin juga industri terkait seperti keramik dan kerajinan menjahit telah dimulai di Iran. Dari berbagai aspek penting, peradaban di wilayah ini 500 tahun lebih tua dari Mesir, dan lebih dahulu 1000 tahun dari India, serta 2000 tahun dari Cina. Sejumlah tempat seperti Lorestan yang saat ini menjadi tempat suku Kochero sejak 2000 tahun sebelum Masehi telah menjadi tempat tinggal bersama masyarakat termasuk di wilayah semi gurun yang mungkin lebih luas dari saat ini."

Sejarah menunjukkan berbagai bukti peradaban kuno Iran seperti tulisan paku yang merupakan pengaruh dari kehidupan menetap bersama, dan perekonomian yang bergantung kepada pertanian dan peternakan di wilayah timur Iran. Bahkan mereka berhasil membentuk negara dan kota yang melampaui pengaruh suku dan  menjadi sebentuk identitas multietnis dan negara.

Selanjutnya, berdirilah imperium Fars yang merupakan salah satu imperium terbesar di dunia. Suku Fars pada awalnya hidup di sekitar danau Orumiyeh di barat laut Iran, tapi karena alasan yang belum terungkap jelas hingga saat ini mereka berpindah menuju wilayah selatan dan mendirikan pemerintahan pertama Madai. Fars memiliki hubungan darah dengan Madai. Baik Madai maupun Fars tidak merusak peradaban masyarakat pribumi Iran yang telah ada, bahkan turut mengembangkannya hingga mencapai puncak peradaban, terutama di era Achaemenid.

      

sumber:
www.parstoday.com

  • Print

    Send to a friend

    Comment (0)