• Black
  • perak
  • Green
  • Blue
  • merah
  • Orange
  • Violet
  • Golden
  • Nombre de visites :
  • 18
  • 2/4/2017
  • Date :

Taubat Pemuda Pencuri Kain Kafan

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah?”, (QS. Ali ‘Imran: 135)

taubat pemuda pencuri kain kafan

Berkaitan dengan sebab turunnya ayat di atas disebutkan, bahwa diriwayatkan dari kitab Majalis Shaduq dari Imam Shadiq yang berkata: Mu’ad bin Jabal menemui Rasulullah saw dalam keadaan menangis, sambil mengucapkan salam. Kemudian setelah menjawab salamnya, Rasul saw berkata: Mengapa engkau menangis? Mu’ad menjawab: Ya Rasulullah, di depan pintu ada seorang pemuda yang mukanya tampan dan wajahnya putih, tapi ia menangisi masa mudanya, seperti wanita yang ditinggal mati oleh anaknya dan ia ingin bertemu denganmu ya Rasulullah. Lalu Nabi saw menjawab: Biarkan pemuda itu masuk ke mari.

Kemudian Mu’ad pergi dan memanggil pemuda itu supaya masuk menemui Rasulullah saw. Pemuda itu pun mengucapkan salam dan Rasulullah saw menjawab salamnya. Kemudian Rasulullah bertanya: Apa gerangan yang menyebabkan engkau menangis begitu hebat? Ia menjawab: Bagaimana mungkin aku tidak menangis; aku telah melakukan sebuah dosa yang bila Allah Swt Yang Maha Mengetahui karena sebagian dosa itu aku disiksanya maka niscaya aku akan dimasukkan-Nya ke dalam Jahannam dan aku sendiri melihat dan merasakan bahwa aku akan segera mendapatkan siksaan itu dan pasti dosaku ini tidak akan pernah diampuni-Nya.

Kemudian Rasulullah saw bertanya: Apakah engkau mempersekutukan Allah Swt dengan sesuatu? Pemuda itu menjawab: Aku berlindung kepada Allah Swt daripada menyekutukan-Nya dengan sesuatu.

Rasul saw bersabda: Apakah engkau membunuh jiwa yang Allah Swt mengharamkan untuk dibunuh? Pemuda itu menjawab: Tidak. Kemudian Rasulullah mengatakan: Allah Swt akan mengampuni dosa-dosamu, meskipun sebesar gunung.

Pemuda itu mengatakan: dosa-dosaku lebih besar daripada gunung.

Rasul saw mengatakan: Allah Swt akan tetap mengampuni, meskipun dosa itu besarnya seperti tujuh bumi dan laut beserta pohon-pohonnya dan apa yang ada di dalamnya dari makhluk-makhluk.

Pemuda pendosa itu berkata: Dosa-dosaku lebih besar daripada semua itu.

Rasulullah saw mengatakan: Allah Swt akan mengampunimu meskipun dosa-dosamu sebesar langit, bintang-bintang dan sebesar arsy dan kursi. Pemuda pendosa itu berkata: Dosa-dosaku pun lebih besar daripada itu. Mu’ad perawi hadis ini mengatakan bahwa rasulullah saw memandang ke wajah pemuda itu dan tampaknya beliau saw dalam keadaan marah dan mengatakan: Celaka engkau! Dosa-dosamu yang besar atau Allah Yang Maha Besar?

Kemudian pemuda itu tersungkur di tanah sembari mengatakan: Mahasuci Tuhanku, tidak ada yang lebih besar daripada Allah. Tuhanku yang lebih besar daripada segala kebesaran ya Rasulullah.

Kemudian Rasulullah saw berkata: Apakah ada yang mengampuni dosa-dosa besar kecuali Allah Yang Mahabesar?

Pemuda itu menjawab: Tidak, demi Allah! Kemudian ia terdiam. Lalu Rasulullah saw bersabda: Celaka engkau wahai pemuda! Apakah engkau tidak akan memberitahu aku salah satu dari dosa-dosamu?

Pemuda itu menjawab: Tentu aku akan memberitahu. Pekerjaanku adalah selama tujuh tahun aku telah melakukan pembongkaran kuburan. Aku mengeluarkan orang-orang yang telah mati dan aku ambil kain kafan mereka. Hingga suatu waktu ada seorang perempuan dari perempuan-perempuan Anshar yang meninggal. Dan setelah mayat itu dibawa dan dikebumikan dan memasuki waktu malam, aku datang ke kuburannya lalu aku bongkar kuburannya dan jenazahnya pun aku keluarkan dan kafannya aku ambil. Setelah itu, aku kembali. Di tengah-tengah perjalanan, setan mewaswas kepadaku. Sampai akhirnya aku kembali ke kuburan itu lagi dan aku pun berzina dengan jenazah itu dan aku letakkan ia telanjang di tempat itu. Lalu aku pun kembali. Tiba-tiba aku mendengar suara dari mayat itu dan ia memanggilku: Oh celaka engkau wahai pemuda dari pengadil pada hari akhir. Pada hari itu engkau dan aku akan menghadapi hisab-Nya. Apakah engkau akan meninggalkan aku sebagai mayat telanjang seperti ini? Dan engkau mencuri kafanku sehingga nanti aku pada hari kiamat dibangkitkan dari kubur dalam keadaan junub? Celaka bagi engkau wahai pemuda dari api neraka dan aku tidak akan menyangka engkau akan mencium bau surga. Saat itu pemuda pendosa itu berkata: Apa yang harus aku lakukan ya Rasulullah?

Kemudian Rasulullah saw mengatakan kepadanya: Menjauhlah kepadaku wahai fasik; wahai orang yang melakukan dosa besar. Aku takut tertular api neraka yang akan membakarmu. Betapa dekat neraka itu kepadamu.

Setelah Rasulullah saw menyampaikan semua itu, akhirnya pemuda itu pun meninggalkan Rasulullah dan hilang dari pandangan beliau. Kemudian dia menyendiri di suatu pojok dari kota. Dia berada di sisi gunung. Lalu ia meletakkan kedua tangannya di lehernya. Dia sibuk dalam keadaan ibadah dan bermunajat sembari mengatakan: Wahai Tuhanku, inilah hambamu yang bodoh yang kedua tangannya terikat. Wahai tuhanku, Engkau mengenali aku dan apa yang terjadi padaku Engkau pun mengetahui. Wahai Tuhanku, wahai Junjunganku, aku termasuk orang-orang yang menyesal dan aku telah mendatangi Nabi-Mu dalam keadaan bertaubat lalu beliau mengusirku, sehingga rasa takutku semakin bertambah. Maka aku menyeru-Mu dengan nama-Mu dan kebesaran-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu supaya Engkau tidak memutus harapanku dan tidak membuat aku kecewa. Wahai Junjunganku, janganlah Engkau sia-siakan doaku, jangan Engkau buat aku putus asa dari rahmat-Mu.

 

Sumber :
www.ikmalonline.com

  • Print

    Send to a friend

    Comment (0)