• Black
  • perak
  • Green
  • Blue
  • merah
  • Orange
  • Violet
  • Golden
  • Nombre de visites :
  • 85
  • 20/3/2017
  • Date :

Pesan haji Sayid Ali Khamenei 1437 H/ 2016

“Kami telah menjadikan Mesjidil Haram untuk semua manusia baik yang bermukim di situ maupun yang datang dari tempat yang jauh". (Qs. Al Hajj:25)

pesan haji sayid ali khamenei 1437 h/ 2016

Segala puji bagi Allah Swt Tuhan semesta  alam, shalawat dan salam kepada junjungan kita Muhammad Saw dan keluarga sucinya beserta sahabat-sahabatnya yang terpilih dan pengikut setia mereka hingga hari kiamat

Saudara dan saudari muslim di seluruh dunia

Bagi umat Islam, musim haji adalah musim yang penuh keagungan dan kemuliaan di hadapan seluruh makhluk, musim pencerahan hati, ketundukan dan kepasrahan di hadapan Sang Khalik. Ibadah haji adalah simbol ibadah yang suci, duniawi dan spiritual serta egaliter. Adalah realitas firman Allah Swt:

“Maka berzikirlah dengan (menyebut) Allah sebagaimana kamu menyebut-nyebut para leluhur kalian, atau ingatlah Allah lebih banyak dari itu”. (Qs. Al-baqarah: 200) dan ayat:

“Dan berzikirlah dengan menyebut Allah dalam beberapa hari yang telah ditentukan”. (Qs. Al-Baqarah: 203) 

Dan di sisi lain berfirman:

“Kami telah menjadikannya Mesjidil Haram untuk semua manusia baik yang bermukim di situ maupun yang datang dari tempat yang jauh". (Qs. Al Hajj:25)

Dan berbagai ayat yang menjelaskan tentang dimensi-dimensi ibadah  haji yang tidak terbatas. Dalam ibadah suci ini, keamanan waktu dan tempat bagaikan simbol yang jelas dan bintang yang bercahaya, yang memberikan kedamaian di hati manusia dan membebaskan jamaah haji dari kungkungan faktor-faktor kekacauan yang dimunculkan kaum zalim dan penindas.  Dan mengeluarkan mereka dari bahaya yang mengancam kemanusiaan. Dengan demikian jamaah haji bisa menikmati lezatnya rasa aman dalam waktu tertentu (haji).

Ibadah Haji yang dihadiahkan Allah Swt untuk umat Islam adalah manifestasi kemuliaan, spiritualitas, persatuan dan keagungan. 

Dengan Ibadah haji Allah Swt memamerkan kebesaran umat islam dan ketergantungan mereka kepada kuasa abadi Allah Swt yang berdiri menentang para agresor dan tirani yan berdiri menentang para agresor dan tirani. Yang menjauhkan manusia dari lumpur kehinaan dan bersikap lemah di hadapan arogansi tirani internasional. Haji umat islam adalah manifestasi bersikap keras terhadap kaum kafir tetapi saling mengasihi sesama mereka (Qs. Al-Fath: 29). Haji adalah kesempatan untuk berlepas diri dari kaum musyrik dan bersatu dengan kaum mukmin.

 Orang-orang yang telah menjatuhkan wibawa ibadah haji dengan menjadikan ibadah haji bagai sebuah perjalanan ziarah wisata dan menyembunyikan permusuhan mereka kepada bangsa mukmin dan revolusioner Iran dibalik propaganda politisasi haji, mereka adalah setan-setan yang hina. Mereka gemetar karena kepentingan setan besar yaitu Amerika yang kepentingannya tengah terancam. Para penguasa Saudi yang tahun ini telah menutup jalan menuju Allah dan menutup Mesjidil Haram bagi jamaah haji mukmin Iran dan melarang Jamaah haji Iran serta menghalangi mereka dari mendatangi rumah-Nya, mereka yang menghalangi itu adalah orang-orang sesat berwajah hitam. Mereka berfikir kekuasaan mereka akan langgeng dengan membela kaum arogan dunia, bersahabat dengan zionis dan Amerika serta berupaya mewujudkan keinginan mereka. Demi tercapainya hal itu, mereka tidak segan-segan melakukan pengkhianatan dalam bentuk apapun.

Kini sudah hampir setahun berlalu dari tragedi Mina.

Tragedi yang terjadi di hari raya Idul Adha ini, ribuan orang yang mengenakan pakaian ihram terpanggang sinar matahari dalam keadaan kehausan dan kehilangan nyawa mereka secara menggenaskan. Tak lama sebelum itu di Masjidil Haram juga sejumlah orang yang sedang melakukan ibadah shalat dan thawaf juga tewas berlumuran darah.

 Para penguasa Saudi bersalah dalam dua tragedi ini. Ini adalah hal yang disepakati oleh para peninjau dan analis teknis kejadian ini. Bahkan sejumlah pakar berpendapat ada unsur kesengajaan dalam tragedi ini. Karena keterlambatan dan ketidak becusan mereka dalam menangani para korban sekarat yang digerakkan oleh Cinta Allah mereka menuju Mina pada hari Idul Adha yang lisan mereka masih dihiasi zikir dan lantunan ayat suci ilahi, ini adalah fakta yang tidak terbantahkan. Orang-orang Saudi yang kejam dan berhati batu itu mengurung mereka yang sekarat dengan para korban meninggal dalam kontainer-kontainer tertutup. Alih-alih mengobati dan menolong para korban walau sekedar membasahi bibir dahaga mereka dengan air pun tidak diberikan. Orang-orang ini justru membuat para korban kehilangan nyawa dan shahid.

Ribuan keluarga dari berbagai negara kehilangan kerabat mereka dan membuat bangsa mereka berduka. Hampir 500 orang dari jamaah haji asal Republik Islam Iran juga ada diantara para syuhada ini. Hati para keluarga mereka masih tersayat pilu dan bangsa Iran juga masih memendam duka serta amarah. Tapi penguasa Saudi, alih-alih meminta maaf atau menyatakan penyesalan dan menindak para pelaku secara hukum, para penguasa Saudi justru bersikap acuh dan tak punya rasa malu. Bahkan mereka menolak membentuk tim pencari fakta internasional Muslim. Alih-alih duduk di kursi terdakwa mereka justru menempatkan diri sebagai penuntut. Mereka malah mengorek permusuhan lama mereka terhadap Republik Islam dan menghina panji Islam yang menentang kekufuran dan arogansi dengan cara yang lebih memuakkan dari sebelumnya. Corong-corong propaganda mereka mulai dari para politikus yang tingkah mereka di hadapan Zionis dan Amerika sangat mencoreng dunia Islam. Dan para mufti fasik dan pemakan barang haram yang fatwa mereka jelas-jelas bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah. Hingga media cetak yang nurani profesionalitas pun tak mampu menghalangi mereka untuk berdusta. Mereka berusaha sia-sia untuk menempatkan Iran sebagai tertuduh dalam masalah pelarangan pemberangkatan jamaah haji Iran tahun ini.

Mereka adalah para penguasa pencipta bencana dengan membentuk dan mempersenjatai kelompok-kelompok takfiri, mereka membuat dunia Islam menderita akibat perang saudara dan pembantaian orang-orang yang tak berdosa. Mereka menciptakan banjir darah di Yaman, Irak, Suriah dan Libya dan sejumlah negara lainnya. Mereka adalah para pemain politik tak kenal Tuhan yang bersahabat dengan rezim agressor Zionis dan menutup mata dengan kesengsaraan rakyat Palestina.

Mereka melebarkan sayap kezaliman dan pengkhianatannya hingga ke kota-kota dan desa-desa Bahrain. Mereka para penguasa tak beragama yang tanpa nurani menciptakan tragedi Mina. Dengan menyebut dirinya sebagai pelayan Haramain mereka malah menodai wilayah aman ilahi ini dan mengorbankan para tamu Allah pada hari raya di Mina. Dan sebelumnya pun di Masjidil Haram. Dan kini mereka berkoar tentang haji yang tidak dipolitisasi. Mereka menuduh pihak lain atas dosa besar yang  mereka lakukan atau yang disebabkan oleh kecerobohan mereka sendiri.

Mereka adalah orang-orang yang dicela dalam ayat Al-Qur’an. Allah Swt berfirman:

“dan apabila ia berpaling (darimu) ia berjalan di muka bumi untuk mengadakan kerusakan padanya dan merusak tanaman-tanaman dan binatang ternak. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan. Dan apabila dikatakan kepadanya “Takutlah kepada Allah” maka bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya melakukan dosa. Maka cukuplah balasannya Neraka Jahannam. Dan sungguh Neraka Jahannam adalah seburuk-buruknya tempat tinggal.(Qs. Al-Baqarah: 205-206)

Menurut laporan pada tahun ini, selain menghalangi jamaah haji Iran dan sejumlah negara lain mereka telah menempatkan para Jemaah haji negara-negara lain di daerah pengawasan yang tidak selayaknya, dengan dibantu oleh perangkat-perangkat spionase Amerika dan rezim Zionis. Mereka membuat rumah aman Allah menjadi tidak aman lagi bagi semua orang. Semua negara Islam baik negara atau bangsa muslim harus mengetahui siapa para penguasa Saudi ini. Mereka harus tahu realitas sebenarnya dari para penguasa tak beriman, penjahat dan antek musuh ini. Umat muslimin harus menarik kerah baju mereka atas semua kejahatan yang telah mereka lakukan di wilayah dunia Islam dan atas kelakuan keji mereka terhadap tamu Allah. Semua umat Islam harus mencari solusi terkait menejemen Haramain dan masalah Haji. Kelalaian dalam hal ini akan menjerumuskan umat Islam dengan mala petaka yang lebih besar di masa depan.

Saudara dan saudari sesama umat Islam

Pada tahun ini, di musim haji ini para jamaah haji Iran tidak akan bersama kalian, namun mereka hadir di tengah para jamaah dengan hati mereka. Mereka mencemaskan kondisi para Jemaah-jamaah yang lain. Mereka berdoa semoga pohon terkutuk thogut ini tidak mencelakakan para jamaah haji. Ingatlah para sadara dan saudari Iran kalian dalam doa, ibadah dan munajat kalian. Berdoalah agar segala musibah yang menimpa umat Islam dilenyapkan dan berdoalah semoga umat Islam dilindungi dari tangan jahat kaum arogan Zionis dan para antek mereka. Saya sampaikan hormat pada para syuhada Mina dan Masjidil Haram di tahun lalu. Juga pada Syuhada Mekah di tahun 1987. Saya memohon semoga Allah Swt merahmati dan meninggikan derajat mereka. Dan dengan menyampaikan salam kepada Baqiyatullahi A’dzam Imam Mahdi afs, semoga jiwaku menjadi tebusan baginya. Saya meminta beliau supaya berdoa demi kemuliaan umat Islam dan demi terlindungnya mereka dari kejahatan musuh

Wabillahit taufiq wailaihit tqlaan

Sayid Ali Khamenei

Akhir Dzulqaidah 1437 H/ musim Haji 2016

sumber:
www.khamenei.ir

 

  • Print

    Send to a friend

    Comment (0)