• Black
  • perak
  • Green
  • Blue
  • merah
  • Orange
  • Violet
  • Golden
  • Nombre de visites :
  • 23
  • 18/3/2017
  • Date :

Apa hukumnya menerima keuntungan (riba) dari bank? Apakah terdapat perbedaan antara menerima riba dari bank-bank Islami dan non-Islami?

Memberikan riba adalah haram. Namun jika telah sampai pada tingkatan darurat maka dibolehkan seseorang melakukannya dengan cara ia menyerahkan uang lebih tanpa disertai dengan niat meski tahu bahwa orang itu akan mengambil kelebihan tersebut.

apa hukumnya menerima keuntungan (riba) dari bank?

Pertanyaan

Saya mendengar bahwa menerima riba merupakan dosa besar. Saya ingin bertanya apakah boleh hukumnya menerima riba dari bank-bank, atau tidak bermasalah karena saya tinggal di negara non-Muslim? Demikian juga apa hukumnya menggunakan kartu kredit yang banyak mengandung transaksi rabawi?

Jawaban 

Fatwa Pemimpin Agung Revolusi Ayatullah Imam Khamenei sehubungan dengan transaksi-transaksi perbankan di negara-negara non- Muslim   adalah sebagai berikut:

A.   Memberikan riba adalah haram. Artinya haram mengambil uang sebagai pinjaman (hutang) dengan syarat memberikan kelebihan atas pinjaman tersebut. Lain halnya kalau telah sampai pada tingkatan darurat yang membolehkan seseorang melakukan perbuatan haram. Namun seseorang dapat melakukan sesuatu sehingga tidak melakukan perbuatan haram dengan cara ia menyerahkan uang lebih tanpa disertai dengan niat meski tahu bahwa orang itu akan mengambil kelebihan tersebut. (Taudhih al-Masâil Marâji’ , jil. 2, hal. 935, Masalah 1911)

 B.  Dibolehkan mengambil riba dan keuntungan dari bank-bank negara-negara non-Muslim. (Taudhih al-Masâil Marâji’ , jil. 2hal. 936, Masalah 1917) 

Adapun fatwa Pemimpin Agung Revolusi Imam Khamenei sekaitan dengan kartu kredit adalah sebagai berikut:

Tidak ada masalah jika jumlah uang yang terdapat pada rekening Anda , Anda gunakan untuk belanja. Akan tetapi terkait dengan se jumlah uang yabg ditransfer kepada Anda tanpa adanya transaksi (yang jelas) dalam rekening Anda, apabila di transfer sebagai pinjaman (qardh) dan (pihak bank) mengambil keuntungan dari pinjaman ini, maka pokok pinjaman sah. Adapun jumlah kelebihannya adalah riba dan haram hukumnya.(Jawaban Kantor Pemimpin Agung Revolusi, Pertanyaan 7293 (7418), Indeks: Kartu-kartu Kredit dan Riba Bank)

Sumber:
www.islamquest.net

  • Print

    Send to a friend

    Comment (0)