• Black
  • perak
  • Green
  • Blue
  • merah
  • Orange
  • Violet
  • Golden
  • Nombre de visites :
  • 16
  • 17/3/2017
  • Date :

Mengapa orang-orang Syiah lebih banyak menyebut nama para imam ketimbang nama Allah pada bulan Muharram dan Shafar?

Dan ingatlah hamba-hamba Kami Ibrahim, Ishaq, dan Ya‘qub.” (Qs. Shad [38]:45)

mengapa orang-orang syiah lebih banyak menyebut nama para imam ketimbang nama allah

Pertanyaan:

Berapa banyak orang-orang Syiah menyebut nama para imam sepanjang bulan Muharram dan Shafar? Dan berapa banyak mereka menyebut nama Allah Swt? Apakah demikian adanya?

Jawaban:

Kami akan memulai menjawab dengan sebuah pertanyaan, apabila selama ini, nama para imam maksum lebih banyak kami sebut ketimbang nama Allah Swt, maka problem apa yang akan terjadi? Apakah penyembahan kepada Allah Swt hanya dapat terealisir dengan menyebut nama Allah Swt?

Dalam madrasah kami, dzikir dan nama para imam maksum adalah sesuai dengan instruksi tidak langsung al-Qur’an dan perintah langsung Rasulullah Saw, bukanlah sesuatu selain nama Allah Swt. Anggapan ini berititik tolak dari pemikiran batil Wahabi ini yang memandang segala sesuatu sebagai syirik dan menentang seluruh mazhab Islam (Syiah dan Sunni) dalam masalah ini.

Al-Qur’an tidak semuanya bertutur tentang dzikir dan nama Allah Swt. Di samping menitahkan, “Dan sebutlah (nama) Tuhan-mu”. (Qs. Al-A’raf [7]:205)  Allah Swt juga menginstruksikan kepada Rasulullah Saw untuk mengingat Ibrahim, (Qs. Shad [38]:45)`) Ismail, (Qs. Shad [38]:48) Musa, (Qs. Maryam [19]:51) Maryam, (Qs. Maryam [19]:16) Idris, ." (Qs. Maryam [19]:56) Daud, (Qs. Shad [38]:17) Ayyub, (Qs. Shad [38]:41) Ishak dan Ya’kub. (Qs. Shad [38]:45)

Alasan penyebutan dan mengingat nama orang-orang besar dan saleh ini karena dipandang sebagai sifat terpuji di sisi Allah Swt. Mengingat dan mengenang orang-orang besar ini adalah berada pada tataran mengingat dan mengenang Allah Swt dan sudah barang tentu tidak terlepas dari dzikir kepada Allah Swt.

Terdapat banyak riwayat yang menyebutkan bahwa mengingat Ahlulbait As sesuai dengan prinsip al-Qur’an dan dipandang pada tataran dan sederetan dengan mengingat Allah Swt. Rasulullah Saw bersabda, “Mengingat Ali As adalah ibadah.” (Muhammad bin Ali, Syaikh Shaduq, Man Lâ Yahdhur al-Faqih, jil. 2, hal. 205) Dan pada riwayat lainnya, Rasulullah Saw bersabda, “Mengingat Ali dan anak-anaknya dari para maksum adalah ibadah.”( Nuri, Mustadrak al-Wasâil).

Kesimpulan

Jelas bahwa instruksi seperti ini dikeluarkan karena nama dan dzikir Ahlulbait As akan menimbulkan kecerlangan hati dan manusia akan meraup keteladanan dari mereka di jalan Allah Swt dengan mengingat dan mengenang mereka, para Imam Ahlubait As.

Sumber:
www.islamquest.net

  • Print

    Send to a friend

    Comment (0)