• Black
  • perak
  • Green
  • Blue
  • merah
  • Orange
  • Violet
  • Golden
  • Nombre de visites :
  • 39
  • 15/3/2017
  • Date :

Tangga menuju Kemuliaan Akhlak

Seorang manusia beriman yang menginginkan kedudukan yang mulia harus bertawakal dan menyandarkan urusannya sepenuhnya kepada Allah Swt sebagai penentu segala urusan, yang semua kekuatan ada pada-Nya, yang Iradah-Nya meliputi segala sesuatu, dan meminta pertolongan hanya pada-Nya. 

tangga menuju kemuliaan akhlak

Tawakal merupakan sumber dan tangga menuju kesempurnaan akhlak.Tawakal yakni hati mempercayakan sepenuhnya segala urusan hanya kepada Allah Swt, segala perbuatan dan usaha disandarkan sepenuhnya hanya kepada Allah Swt. Kebalikan dari sifat tawakal kepada Tuhan adalah bersandar kepada selain Allah, yakni menggantungkan hidup dan terikat kepada selain-Nya serta tidak memiliki kebebasan atas diri sendiri. Betapa dengan bertawakal kepada Allah Swt bisa membebaskan seseorang dari segala ketergantungan yang merupakan sumber segala kehinaan dan perbudakan, serta memberikan kepada seseorang kebebasan dan rasa percaya diri.

Satu poin Penting:

Jika ada orang yang mengatakan bahwa percaya kepada sebab-sebab yang alamiah itu bertentangan dengan sifat tawakal maka dia telah jatuh pada kesalahan berpikir. Karena menganggap bahwa faktor-faktor alamiah ini terpisah dari Iradah Tuhan adalah termasuk juga sebagai bentuk kesyirikan. Kecuali kalau kita menganggap bahwa sebab-sebab yang alamiah ini dan segala yang ada semuanya berasal dari-Nya, dan semuanya terjadi atas izin-Nya. Justru, jika kita menganggap bahwa ada sebab-sebab dan kekuatan yang mandiri selain dari Allah maka inilah perilaku yang bertentangan dengan prinsip tawakal. 

Hadis-hadis tentang Tawakal

Banyak hadis yang membahas mengenai tawakal, diantaranya:

1. Imam Ali as berkata: "Tawakal kepada Allah merupakan sumber keselamatan dari segala keburukan dan penjaga dari segala kejahatan". (Biharul Anwar, jld 75, hlm 79, hadis 56)

2. Imam Ali as berkata: "Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah maka Allah Swt akan melapangkan kesulitannya, dan memberinya jalan keluar atas persoalannya".(Ghurarul Hikam wa Durarul Kalim, hlm 197, hadis 3888)

3. Imam Shadiq as berkata: "Sesungguhnya tidak merasa butuh dan menjaga kemuliaan diri, dua sifat ini akan menyelesaikan segala persoalan, karena keduanya ada pada tawakal dan di situlah tempatnya". (Kafi, jld 2, hlm 65, hadis 3)

4. Pernah Imam Musa Kazim as ditanya mengenai firman Allah Swt, "Barangsiapa bertawakal kepada Allah Swt maka cukuplah baginya", dan dijawab bahwa tawakal kepada Allah memiliki tingkatan, yang pertama adalah engkau bertawakal kepada Allah dalam segala urusanmu, apapun yang diperbuat padamu maka terimalah dan ketahuilah bahwa Dia hanya menginginkan kebaikan dan keutamaan padamu, dan ketahuilah bahwasanya hukum yang demikian ini adalah ketentuan-Nya maka bertawakal dan serahkanlah semua hanya pada-Nya, dan percayakan segalanya dan selain dari segalanya hanya pada-Nya". (Al-Kafi, jld 2, hlm 65, hadis 5)

5. Rasulullah Saw bersabda: "Aku bertanya pada Malaikat Jibril as, apa itu tawakal? Dia menjawab: "Pengetahuan bahwasanya makhluk tidak akan memberikan mudharat dan manfaat, tidak akan memberi dan tidak mencegah, oleh karena itu berhentilah melihat pada apa yang ada pada manusia, ketika seorang hamba berbuat demikian bahwa dia tidak berbuat kecuali karena Allah, tidak berharap dan tidak takut pada selain Allah, tidak meminta sesuatu kecuali hanya kepada Allah, maka inilah hakikat dari tawakal". (Tafsir Nemuneh, jld 10, hlm 298; Biharul Anwar, jld 71, hlm 137; Ma'ani Al-Akhbar, hlm 461)

Bagaimana Mencapai derajat Tertinggi Tawakal ?

Semua sifat-sifat yang baik dan akhlak yang baik dapat dicapai dengan usaha yang ikhlas dan kesungguhan serta latihan. Jika ada seorang yang ingin mempelajari suatu bahasa maka dia harus berusaha untuk mengulang-ulangnya setiap hari hingga dia mahir, dan boleh jadi latihannya itu bisa berbulan-bulan atau bahkan tahunan. Jika seseorang ingin mencapai derajat tertinggi dari tawakal maka dia harus berusaha bertawakal kepada Allah Swt dari segala dimensi apapun yang terjadi dan jangan pernah menjauhkan diri dari bertawakal. Dalam sebagian hadis mengenai ikhlas dan usaha yang sungguh-sungguh dikatakan "Barangsiapa yang beribadah selama 40 hari dengan ikhlas hanya kepada Allah Swt maka akan dialirkan sumber mutiara-mutiara hikmah dari hatinya ke mulutnya". (Biharul Anwar, jld 53, hlm 326)

Akhlak baik yang lain pun demikian, jika dilakukan secara berkesinambungan dan bersungguh-sungguh maka sifat ini akan menjadi kebiasaan pada diri seseorang dan akan menyatu dalam dirinya.

Kesimpulan

Jika kita ingin mencapai derajat tawakal maka kita harus menempatkan Tuhan pada posisi-Nya dan kita harus mengetahui apa kebutuhan kita pada Sang Khalik. Supaya kita bisa mencapai derajat ini maka kita harus mengetahui bahwa pengetahuan kita tidaklah menyamai pengetahuan Allah. Seberapapun kekuatan kita tidaklah seberapa dibanding kekuatan Allah Swt. Oleh karena itu, kita harus berbuat sebagaimana orang yang bertawakal sehingga kita bisa mendapatkan manfaat dari bertawakal. 

Sumber:
www.maarefquran.com
www.andisheqom.com
www.islamquest.net
www.aviny.com

  • Print

    Send to a friend

    Comment (0)